Jenis-Jenis Baju Wearpack dan Bahannya

Jenis-Jenis Baju Wearpack dan Bahannya
source: freepik.com

Jenis-Jenis Baju Wearpack dan Bahannya

Dalam lingkungan kerja berbahaya, alat pelindung diri menjadi hal yang sangat penting bagi para pekerja. Salah satu perlengkapan penting yang sering digunakan adalah baju wearpack. Simak penjelasan lengkapnya dalam uraian di bawah ini!

Apa Itu Baju Wearpack?

Baju wearpack adalah jenis pakaian khusus yang dirancang untuk keperluan kerja atau aktivitas tertentu yang memerlukan perlindungan ekstra terhadap tubuh penggunanya, seperti pekerjaan di bidang otomotif, konstruksi, pabrik, pertambangan, dll. Fungsi utamanya untuk memberikan perlindungan terhadap berbagai risiko di lingkungan kerja, seperti percikan bahan kimia, percikan panas, atau abrasi. Meski begitu, ia juga harus nyaman dipakai agar pengguna dapat bekerja dengan efisien.

Wearpack memiliki desain menutupi seluruh tubuh atau bagian tertentu seperti badan dan lengan yang sengaja dirancang longgar untuk memberikan ruang gerak bagi penggunanya. Ada juga variasi desain lain yang memiliki kancing atau resleting di bagian depan untuk memudahkan penggunaan. Selain itu, bahan yang ringan, sirkulasi udara yang baik, dan desain ergonomis juga menjadi faktor-faktor penting untuk kenyamanan pengguna.

Jenis-Jenis Baju Wearpack

Jenis-Jenis Baju Wearpack dan Bahannya
source: freepik.com

Ada beberapa jenis baju wearpack yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan lingkungan kerja tertentu. Berikut adalah beberapa jenis  yang umumnya digunakan:

1. Wearpack Standar

Dirancang untuk memberikan perlindungan tambahan kepada pengguna di lingkungan kerja yang berpotensi berbahaya. Terdiri dari dua bagian utama, yakni baju (atasan) dan celana. Memiliki variasi desain seperti lengan panjang, lengan pendek, atau bahkan model celana panjang.

2. Wearpack Welder (Las)

Jenis ini dilengkapi dengan perlindungan tambahan di bagian dada, lengan, dan kaki karena risiko percikan api dan panas yang tinggi. Materialnya biasanya terbuat dari bahan tahan panas yang kuat seperti kain serat fiberglass atau bahan nilon yang dilapisi dengan bahan tahan api.

3. Wearpack Industri Kimia

Dirancang dengan lapisan pelindung tambahan yang tahan terhadap korosi dan serangan bahan kimia. Desainnya biasanya tahan terhadap percikan dan tumpahan bahan kimia, serta memiliki fitur khusus seperti kancing dan resleting yang tertutup untuk mencegah masuknya zat kimia.

4. Wearpack Lingkungan Basah

Lingkungan kerja yang melibatkan paparan terhadap air atau kelembaban tinggi memerlukan wearpack yang tahan air atau setidaknya cepat kering. Desainnya dilengkapi dengan lapisan tambahan atau lapisan tahan air seperti PVC atau poliuretan.

Baca juga: 40 Alat Jahit dan Fungsinya yang Perlu Anda Ketahui

5. Wearpack Reflektif

Digunakan untuk pekerja di area minim cahaya atau di sekitar lalu lintas. Strip reflektif pada bagian-bagian tertentu membantu meningkatkan visibilitas pengguna dan mengurangi risiko kecelakaan.

6. Wearpack Pertanian 

Pekerja di bidang pertanian membutuhkan wearpack yang tahan terhadap tajamnya duri, tahan air, dan tahan lama. Tujuannya untuk melindungi pengguna dari cedera dan kondisi lingkungan yang keras.

7. Wearpack Lingkungan Kerja Berbahaya

Lingkungan kerja yang memiliki risiko khusus seperti paparan radiasi, listrik, atau bahkan paparan radioaktif membutuhkan wearpack dengan tingkat keamanan lebih tinggi. Untuk situasi seperti ini, wearpack dirancang dengan fitur dan material khusus yang sesuai dengan jenis bahaya yang dihadapi oleh pengguna.

Bahan yang Cocok untuk Baju Wearpack

Terdapat beberapa karakteristik tertentu pada bahan agar dapat memberikan perlindungan yang efektif dan kenyamanan bagi pengguna. Berikut adalah beberapa bahan yang umum digunakan:

1. Poliester

Poliester adalah bahan sintetis yang tahan terhadap abrasi dan kuat. Poliester juga tahan terhadap kerutan dan kusut, sehingga wearpack terbuat dari bahan ini dapat tetap terlihat rapi meskipun digunakan dalam kondisi kerja kasar.

2. Nilon

Nilon memiliki kekuatan dan ketahanan terhadap kerusakan, sehingga cocok untuk digunakan di lingkungan kerja yang membutuhkan perlindungan ekstra terhadap abrasi dan gesekan.

Baca juga: Kenali 5 Macam Kampuh Jahitan Busana

3. Kanvas

Kanvas banyak digunakan dalam wearpack karena daya tahan terhadap air, abrasi, dan kerusakan mekanis lainnya. Sayangnya, kanvas cenderung lebih berat daripada poliester atau nilon, sehingga kurang efisien.

4. Nomex

Nomex adalah serat sintetis yang tahan terhadap panas dan api. Bahan ini sering digunakan untuk wearpack pekerjaan berisiko tinggi terhadap percikan api atau paparan panas, seperti pengelasan atau di sekitar mesin berat.

5. Kevlar

Kevlar adalah serat sintetis yang sangat kuat dan tahan terhadap abrasi. Bahan ini sering digunakan dalam wearpack untuk pekerjaan di lingkungan yang berpotensi mengakibatkan luka parah, seperti di konstruksi atau pertambangan.

6. Polyvinyl Chloride (PVC)

PVC adalah bahan sintetis yang tahan terhadap bahan kimia dan korosi. Wearpack dengan lapisan PVC sering digunakan di industri kimia atau laboratorium dengan paparan bahan kimia berbahaya.

7. Bahan Tahan Air

Wearpack untuk pekerjaan di lingkungan basah atau lembap harus terbuat dari bahan tahan air, seperti poliuretan atau PVC.

Itulah penjelasan mengenai jenis-jenis baju wearpack dan bahan yang cocok digunakan untuk membuatnya. Wearpack sangat penting digunakan oleh pekerja dengan lingkungan kerja ekstrem. Oleh karenanya, perusahaan harus memerhatikan kualitas dari bahan yang digunakan, dan tentunya perlu disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan.

Jika Anda berminat untuk membuat seragam kerja dengan bahan tekstil berkualitas, Anda dapat memesannya di Konveksidijogja.co.id. Kami merupakan perusahaan jasa konveksi yang telah menerima berbagai macam pesanan seragam custom dengan berbagai pilihan bahan tekstil. Yuk pesan sekarang melalui CS Kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contact Us

WhatsApp Chat Admin